Sejarah Syal atau Scarf serta Perbedaannya

  • Whatsapp
scarf

Scarf tentu sudah tidak asing lagi dengan aksesoris, terutama bagi para fashionista. Jadi, berapa banyak yang Anda miliki di rumah? Pasti sebagian dari Anda pernah menjadikan scarf dan syal favorit sebagai must-have favorit Anda. Tetapi ketika Anda berbicara tentang benda-benda ini, apakah Anda benar-benar tahu jika keduanya berbeda?

Tentu masih banyak orang yang menganggap bahwa syal dan scarf itu sama. Dan pendapat itu salah. Anggapan yang ada di masyarakat masih menganggap mereka sama. Perbedaannya cuma pada istilah. Kalaupun jelas, antara scarf dan syal itu berbeda.

Apakah Anda ingin tahu apa yang membuat mereka berbeda?

Pengertian Scarf

Syal merupakan salah satu fashion item yang sering dikenakan di leher. Bisa juga di kepala. Syal digunakan untuk menghangatkan leher saat cuaca dingin. Sebagian besar ukuran syal lebih kecil. Saat diregangkan, panjang dan lebarnya sama, biasanya setidaknya 12 inci persegi. Namun, dengan kemajuan dunia mode, syal dibuat dengan berbagai bentuk, termasuk segitiga. Ukurannya pula lebih bermacam- macam. Ini berikan Kamu banyak opsi.

Scarf sendiri tidak bisa menggunakan semua bahan atau kain yang tersedia di pasaran. Bahan nyaman terbuat dari sifon, sutra atau t-shirt. Meskipun memungkinkan, ada juga yang menggunakan bahan katun atau bahan lain yang lebih tebal. Syal paling sering digunakan untuk menutupi leher, meskipun juga digunakan sebagai hiasan kepala, seperti syal, turban, dan jilbab.

Banyak yang membuatnya menjadi tas, gelang, ikat pinggang. Nah, pertanyaan dari mana dan terbuat dari apa syal itu, tentu saja tergantung bagaimana Anda membuatnya.

Sejarah Scarf

Untuk sejarah scar yang lebih lengkap, ada nama yang tidak asing lagi yaitu Sayeed Ali Hamadani. Dia adalah orang pertama yang merajut syal wol dengan kasmir. Hamadani sendiri bukanlah Kashmir, melainkan dari kota Hamedan di Iran, Persia. Pada abad ke-1
ia melintasi Kashmir dan melihat betapa indahnya pemandangan itu.

Iklim daerah ini sangat cocok untuk peternakan kambing. Hamadani mengunjungi Ladakh, sebuah daerah di Kashmir yang merupakan salah satu penghasil kambing terbesar.

Bulu kambing di Ladakh dikenal dengan warna putihnya yang lurus. Dalam konteks ini, Hamadani mengembangkan bisnis scarf yang masih dikenal di seluruh dunia hingga saat ini. Berkat usahanya, Sayeed Ali Hamadani dinobatkan sebagai tokoh berpengaruh dalam sejarah oleh UNESCO pada tahun 2014. Ia diyakini telah memainkan peran penting dalam transformasi positif Kashmir dari perspektif ekonomi, seni dan budaya.

Macam-macam Scarf dan Syal

Berikut perbandingan scarf serta syal yang harus Kamu pahami.

  1. Scarf lebih kecil dari syal. Scarf biasanya berdimensi 30cm x 150cm, syal biasanya berdimensi 70cm x 200cm.
  2. Syal cuma bisa digunakan buat menghangatkan leher, sebaliknya scarf bisa diregangkan nyaris ke segala badan.
  3. Sebagian model terbuat dengan syal, sedangkan syal lebih cenderung terbuat sebab ukurannya yang lebih besar.
  4. Ingatlah kalau kala Kamu memandang seorang menggunakan hijab, gelang di tangan, ataupun hiasan dompet, Kamu nyaris tentu memandang saputangan.
  5. Saat ini, bila Kamu memandang seorang menggunakan syal segala badan, mungkin besar itu merupakan syal.
  6. Pada biasanya, syal terbuat dari kain yang lebih halus semacam sifon, sutra, ataupun kaus oblong.
  7. Dikala ini, syal sebagian besar dibuat dari wol, sebab guna utamanya merupakan buat menghangatkan badan. Tetapi, soal modul terus menjadi bermacam- macam.
  8. Bahan yang berbeda pula membuat kehangatan berbeda. Syal sangat sesuai buat cuaca dingin, sedangkan syal dapat menghangatkan leher, namun sesungguhnya lebih aman dipakai di cuaca panas.

Scarf dapat Anda Order di:

Harga Kisaran Beli Sekarang di:
Rp. 100.000 Shopee
Rp. 100.000 Tokopedia
Rp. 100.000 Lazada
Rp. 100.000 Blibli

Related posts