Seringkali saat ingin menggunakan jasa desain pamflet, muncul keraguan. Apakah si desainer bisa membuat pamflet yang bagus, ya? Daripada bertanya-tanya sendiri, bukankah lebih baik bikin standarnya? Biar nanti saat dikasihkan ke desainer, tinggal garap sesuai arahan Anda. Sebagai gambaran, berikut 8 kriteria pamflet yang berkualitas.

  1. Menggunakan Software yang Berlisensi

Hal yang pertama kali harus dicek adalah keseriusan desainer dalam menggarap job dari Anda. Salah satunya dengan memastikan bahwa ia menggunakan software desain yang sudah berlisensi. Untuk pembuatan pamflet, bisa pakai Microsoft Word, Photoshop, serta Corel Draw. Penggunaan resmi dari ketiga software tersebut harus membeli lisensi lebih dulu.

  1. Memiliki Gambar Pendukung Berkualitas Tinggi

Meskipun pamflet dibuat versi digital, tetap harus memenuhi kualitas terbaik. Biasanya, pamflet yang hendak disebar-luaskan itu tidak hanya dalam bentuk digital atau elektronik. Namun dicetak via printer. Nah, gambar pendukung yang berkualitas tinggi hasilnya akan sama persis antara versi cetak dengan versi digital.

  1. Disampaikan dalam Poin-Poin

Saat membaca suatu pamflet, masyarakat cenderung menelusuri dengan cepat. Skip-skip. Pamflet yang bagus mampu membekuk perhatian masyarakat sejak pertama kali memandangnya. Salah satu cara yang bisa diterapkan adalah dengan merangkum informasi penting dalam poin-poin. Tujuannya agar mudah dicerna dalam waktu singkat.

  1. Pakai Jenis Huruf yang Sama

Konsistensi dalam penggunaan huruf itu penting untuk pamflet berkualitas tinggi. Jangan sampai mencampur-adukkan berbagai huruf ke dalam satu ruang pamflet. Sampaikan hal ini pada desainer untuk dieksekusi. Jangan sampai terlambat. Pastikan pula jenis huruf yang digunakan sudah mendapatkan izin dari pengembang.

  1. Ada Call to Action

Apa yang ingin Anda masukkan dalam database adalah inti dari keberadaan call to action. Penempatan call to action biasanya berada persis di bawah poin-poin yang berisi nilai plus. Jasa desain pamflet yang Anda pilih harus bisa menarik perhatian pembaca lebih dulu. Minimal tertarik untuk menghubungi Anda lebih lanjut, biarpun hanya sekadar basa-basi.

  1. Semakin Ringkas Lebih Baik

Ingat, ruang dalam pamflet itu sangat terbatas. Maka dari itu, sampaikan hal-hal yang penting dan sekiranya mendesak. Kalau terlalu mengekspos profil Anda, nanti pembaca sudah bosan duluan. Bahkan ketika baru membuka pamflet yang Anda tawarkan pertama kali. Sayang. Sebab, 8 detik pertama adalah masa krusial yang bisa menentukan apakah mereka ingin terus membaca sampai akhir atau tidak.

  1. Bikin Judul yang Mencolok dan Mudah Diingat

Judul atau headline yang berkualitas mampu menyelesaikan masalah promosi Anda lebih dari 50%. Dari sekian informasi, hampir pasti pembaca melirik bagian judul lebih dahulu. Kalau judulnya tidak menarik, sedikit yang mau terus membaca sampai akhir. Bisa dibilang, bahwa judul adalah wajah dari keseluruhan isi pamflet yang hendak Anda buat.

  1. Peletakan Logo yang Tepat

Antara logo dengan pamflet itu tidak bisa dipisahkan. Keduanya saling membutuhkan dan saling mengisi. Fungsi utama logo selain sebagai identitas, juga bisa membuat pamflet terlihat profesional. Penempatan logo harus ada di depan dan belakang pamflet. Satu masalah yang perlu dipecahkan yakni, “Apa yang masyarakat harapkan dari Anda setelah membaca pamflet?”

Untuk menemukan jasa desain pamflet terbaik sangatlah mudah. Terlebih lagi untuk era internet seperti sekarang. Banyak marketplace yang menawarkan jasa dari para desainer andal. Salah satunya bisa Anda temukan di Fastwork. Selain jasa bikin pamflet, ada pula jasa pembuatan logo, kartu nama, brosur, dan lain-lain untuk kepentingan publikasi maupun distribusi konten.