Mengenal Tentang Vaksin Astrazanecca dari SehatQ

  • Whatsapp
Vaksin Astrazanecca

Sekarang ada vaksin AstraZeneca untuk COVID-19 yang sudah menjalani uji klinis di berbagai negara diantaranya Inggris, Brazil, dan Afrika Selatan. Pada Vaksin ini juga punya nilai efikasi atau efek perlindungan terhadap COVID-19 yakni sebesar 63,09 persen.

Vaksin AstraZeneca ini juga berasal dari virus hasil rekayasa genetika atau viral vector. Sehingga Vaksin ini juga dapat bekerja dengan cara menstimulasi ataupun bisa memicu tubuh untuk membentuk antibodi yang mampu melawan infeksi virus SARS-Cov-2.

Cek dan Ini Sebagai Peringatan Sebelum Menerima Vaksin AstraZeneca

Dibawah ini ada beberapa hal yang harus kamu perhatikan sebelum kamu akan menerima vaksin AstraZeneca, yaitu di antaranya:

Kasih tahu tahu dokter tentang riwayat alergi yang kamu punya. Untuk vaksin AstraZeneca tidak boleh digunakan untuk pasien yang punya alergi terhadap vaksin ini ataupun kandungan yang ada di dalamnya.

Selanjutnya vaksin AstraZeneca disarankan untuk orang dewasa sehat yang punya usia di atas 18 tahun. Namun belum diketahui efektivitas dan juga keamanan vaksin ini bagi anak usia di bawah 18 tahun.

Pada Vaksin Astrazeneca juga tidak dianjurkan untuk diberikan kepada orang yang sedang demam yang punya suhu di atas 38°C, mereka yang menderita COVID-19, ataupun para menderita penyakit infeksi yang berat.

Kamu juga bisa kasih tahu dokter jika sebelumnya kamu pernah terkena COVID-19 atau juga pernah menjalani terapi plasma konvalensen.

Kasih tahu pada dokter jika kamu mudah mengalami memar ataupun gusi berdarah yang merupakan salah satu tanda adanya gangguan pembekuan darah, atau jika kamu sedang mengonsumsi obat pengencer darah.

Lalu kasih tahu juga ke dokter jika kamu tengah menderita HIV/AIDS, dan lemahnya sistem kekebalan tubuh, ataupun sedang menjalani terapi dengan obat imunosupresan.

Kamu juga bisa kasih tahu dokter jika memang kamu sedang hamil, menyusui, atau merencanakan kehamilan. Karena belum diketahui efektivitas dan juga keamanan pemberian vaksin ini pada kondisi tersebut.

Kamu juga bisa konsultasikan soal penggunaan vaksin AstraZeneca jika kamu menderita obesitas, penyakit jantung dan juga penyakit pembuluh darah, penyakit paru serta punya penyakit saluran pernapasan, atau diabetes.

Karena hal ini juga belum diketahui efektivitas dan keamanan vaksin AstraZeneca untuk penderita penyakit autoimun. Bisa juga konsultasikan dengan dokter jika kamu menderita kondisi ini.

Kamu juga bisa eri tahu dokter jika kamu sedang mengonsumsi obat, atau suplemen, ataupun produk herbal.

Kamu juga bisa segera temui dokter jika terjadi reaksi alergi setelah kamu mendapatkan suntikan vaksin AstraZeneca.

Dosis serta Jadwal Pemberian Vaksin AstraZeneca

Pemberian vaksin AstraZeneca akan diberikan langsung oleh dokter. Untuk dosis dalam sekali suntik yaitu 0,5 ml. Sehingga penyuntikan vaksin juga bisa dilakukan sebanyak 2 kali dengan jarak sekitar 4 sampai 12 minggu. Pada vaksin ini akan disuntikkan ke dalam otot.

 Apabila sebelumnya kamu juga pernah terkena COVID-19, maka vaksin AstraZeneca juga dapat diberikan setidaknya 6 bulan setelah kamu sudah sembuh. Bila kamu baru saja menerima terapi plasma konvalesen, maka vaksinasi juga harus ditunda hingga minimal 90 hari setelah dilakukannya terapi.

Metode Pemberian Vaksin AstraZeneca

Metode vaksin AstraZeneca juga akan diberikan secara langsung oleh dokter ataupun petugas medis di bawah pengawasan langsung dokter. Sebelum menjalani vaksinasi, maka petugas medis juga akan melakukan skrining untuk memastikan kondisi kesehatan kamu baik. Jika kamu sedang demam, vaksinasi akan ditunda sampai kamu sembuh.

Demikian artikel kesehatan saya sampaikan semoga kita semua bisa cepat sembuh dari penyakit yang sedang kita derita.

Related posts